Heboh Susu dan Es Batu dalam Lanjutan Sidang Mirna

Ada hal yang menarik dalam sidang lanjutan kasus kematian Mirna yang digelar minggu lalu, Kamis (21/7) kemarin. Alih-alih mencari tahu bagaimana zat sianida dapat tercampur dalam kopi yang diminum Mirna, Hakim yang menangani kasus tersebut justru terlihat lebih tertarik untuk membahas mengenai urutan pembuatan kopi.

Menurut hasil penelusuran tim grupsebelah.com, masyarakat memiliki beberapa pandangan yang berbeda mengenai hal tersebut. Ragil, misalnya, mengaku tidak paham dengan maksud sang hakim. “Saya juga jualan kopi susu di dekat rumah, Mas. Boleh dilihat cara saya membuat kopi susu, mau susu dulu kek, mau es batu dulu, kek, rasanya tetap sama. Segelasnya juga cuma Rp 7,000, Mas. Boleh mampir,” serunya dengan nada tinggi.

Lain Ragil, lain pula Faris. Bapak satu anak yang sehari-hari berprofesi sebagai pengangguran ini mengaku setuju dengan tindakan sang hakim. Ia mengaku bahwa urutan pembuatan kopi memang mempengaruhi konteks kasus yang sedang dihadapi. “Sekarang gini, Mas. Kalau misalkan susu dulu baru es batu, itu namanya Vietnamese coffee. Tapi kalau misalkan es batu dulu baru susu, itu namanya kopi Vietnam. Dari konteks jelas beda, Mas,” Ujarnya. Ia pun mengaku tidak keberatan bila ditunjuk sebagai saksi dalam persidangan berikutnya, meskipun ia tidak berada di lokasi pada saat kejadian.

Sayangnya susu dan es batu berhalangan hadir dalam sidang lanjutan kemarin. Keduanya dikabarkan kurang fit sehingga tidak dapat mengikuti proses persidangan.

 


Header foto: Kompas.com